Ceritakanlah
kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya,
ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari
mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata
(Qabil), “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil, “Sesungguhnya Allah hanya
menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu
menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak
akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka. Dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.” Maka hawa nafsunya (Qabil) menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. Sebab itu, dibunuhlah ia (Habil). Maka jadilah ia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya (Habil). Berkata Qabil, “Aduhai celaka aku. Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu, jadilah dia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang menyesal.
akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka. Dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.” Maka hawa nafsunya (Qabil) menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. Sebab itu, dibunuhlah ia (Habil). Maka jadilah ia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya (Habil). Berkata Qabil, “Aduhai celaka aku. Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu, jadilah dia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang menyesal.
Namun karena nafsu dan kecemburuannya telah menutupi hati, maka Qabil tetap berkeinginan untuk membunuh Habil saudara kandungnya sendiri. Ketika Qabil mendapati Habil yang sedang tertidur di sebuah gua peristirahatan, Qabil mengambil sebuah batu besar kemudian dilemparkan dengan kuat ke arah Habil sehingga tepat mengenai kepala Habil, dan Habil pun meninggal seketika itu juga dengan bersimbah darah.
Setelah Habil
dibunuh Qabil sempat kebingungan memikirkan bagaimana cara mengurusi jenazah
adiknya, namun setelah lama kebingungan Allah SWT. Mengutus seekor burung Gagak
untuk menanam bangkai burung Gagak yang telah terbunuh ke dalam tanah, kemudian
setelah Qabil melihat apa yang dilakukan burung Gaggak tersebut Qabil pun mengikutinya
dengan mengubur jenazah Habil ke dalam tanah.
Kemudian yang
menarik dan menjadi pertanyaan bagaimana nasib Qabil setelah membunuh Habil?
Dalam sebuah
riwayat dikisahkan setelah kejadian pembunuhan itu Nabi Adam As. sangat marah
dan Qabil pun pergi jauh meninggalkan ayahnya, ada yang mengatakan pergi ke
arah yang sekarang menjadi negara Yaman dengan membawa kabur Iqlima ada pula
yang mengatakan ke daerah Atlantis atau Lemuria dan menikah dengan wanita lain.
Demikianlah kisah pembunuhan pertama di dunia yang dilakukan oleh Qabil terhadap adiknya sendiri yaitu Habil, perbuatan itulah menyebabkan Qabil terhindar dari rahmat Allah SWT. dan menjadi manusia yang celaka, maka kita cukup mengambil hikmahnya dan jangan pernah melakukan pembunuhan Allah SWT. berfirman:
"Dan
barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah
Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya
serta menyediakan azab yang besar baginya." (QS. An-Nisa Ayat 93)
wallahu a'lam bishawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar